Selasa, 14 Maret 2023

Asal muasal kota Martapura





Pada zaman Kesultanan Banjar di mana saat itu masa pemerintahan Sultan Adam sekitar tahun 1835 M, merantaulah seorang da'i muda dari Martapura bernama H. Jamaludin bin Azhar bin H. Mahmud untuk mengajar mengaji di Masjid Agung Desa Tanjung Kemala Pulau Sumatera Bagian Selatan. Pada waktu itu Tanjung Kemala dipimpin oleh Pangeran Aguscik Putra, mantan Pasirah (kepala marga) dari marga Paku Senggkunyit.


menginjak usia 25 tahun, H. Jamaludin menikah dengan saudara sepupu dari Pangeran Aguscik yang bernama Halimah dari keluarga Limas Palembang. Atas jasa-jasanya mengajarkan agama Islam, H. Jamaludin diangkat menjadi Pemangku Adat oleh Penghulu Tertua atas persetujuan masyarakat di daerah Tanjung Kemala.

Dalam perkembangannya daerah Tanjung Kemala semakin bagus dan maju pesat maka mulai berdatanganlah masyarakat membentuk perkampungan baru terletak di sebelah hilir Desa Tanjung Kemala disebut Kampung Hilir.

Nama Martapura tercetus ketika H. Jamaludin sedang mengajar mengaji dengan mengatakan:

“Murid-muridku semuanya, kampung kita ini belum mempunyai nama, sedangkan penduduknya yang sudah memadai. Bagaimana kalau kita beri nama daerah kelahiran saya, yaitu Martapura?”.

Usulan itu segera disetujui dan diterima oleh masyarakat. Dari situlah Kampung Hilir yang bersebelahan dengan Tanjung Kemala disebut Martapura.

Saat ini Martapura telah ditetapkan sebagai Ibukota Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sarekat Islam : Sejarah, Latar Belakang, Tokoh dan Kemuduran Organisasi Sarekat Islam (SI)

By david al martapury Sarekat Islam (SI)  – Ada banyak organisasi pergerakan nasional, salah satunya adalah Sarekat Islam. Syarikat Islam (S...